Memahami Pengobatan Stem Cell, Jitu Atasi Penderita Covid- 19 Lansia

Menteri Studi serta Teknologi( Menristek)/ Kepala Tubuh Studi serta Inovasi Nasional( BRIN) Bambang PS Brodjonegoro berkata sel punca( stem cell) yang lagi dibesarkan Universitas Indonesia( UI) bermanfaat buat pengobatan penderita COVID- 19 jenis berat, tercantum orang tua ataupun lanjut umur( lanjut usia).

” Dikala ini statusnya telah melaksanakan uji klinis serta diajukan ke Tubuh Pengawas Obat serta Santapan( BPOM) buat memperoleh izin pemanfaatan,” kata Bambang melansir Antara.

Lalu gimana kerja sel punca buat menyembuhkan penderita yang terinfeksi virus SARS- CoV- 2 itu?

Pimpinan Konsorsium Sel Punca Prioritas Studi Nasional( PRN) Ismail Hadisoebroto Dilogo yang ialah dokter spesialis ortopedi asal Universitas Indonesia( UI) berkata sel punca mempunyai guna buat melaksanakan reparasi ataupun revisi jaringan.

” Sel punca diimplantasikan ke wilayah sel yang rusak sehingga bisa melaksanakan proses buat mengambil alih sel yang rusak,” kata dokter Ismail Berita dan Informasi Tekno dan Gadget .

Dapat Sembuhkan Penderita Covid- 19 Lanjut usia di Atas 60 Tahun

Dokter Spesialis Bedah Ortopedi serta Traumatologi Bambang Darwono menuturkan fakta klinis menampilkan antara lain seseorang wanita berusia 60 tahun diberikan pengobatan sel punca, serta sembuh dari COVID- 19 sehabis 12 hari perawatan.

Setelah itu, seseorang anak pria berumur 2 tahun sembuh dari COVID- 19 sehabis diberikan pengobatan sel punca serta menempuh perawatan sepanjang 5 hari.

Sehabis diberikan pengobatan sel punca, seseorang laki- laki berumur 65 tahun sembuh dari COVID- 19 sehabis 23 hari menempuh perawatan, serta seseorang laki- laki berumur 39 tahun sembuh dari COVID- 19 sehabis 17 hari perawatan.

Bagi Bambang, pemakaian sel punca serta eksosom dicoba dengan metode penyuntikan lewat pembuluh darah vena. Sel punca serta eksosom masuk ke perputaran darah kecil mengarah jantung kanan serta dipompa mengarah paru hingga di alveolus.

” Eksosom berperan selaku mediator komunikasi antar sel yang sangat berarti buat mengendalikan pertukaran protein serta material genetik antara donor dengan sel di sekitarnya sehingga mendesak revisi sel. Eksosom wajib berasal dari sel punca mesenkimal yang sehat,” kata Bambang.

Tadinya, Menristek menuturkan dalam uji klinis, dapat dibuktikan kalau sel punca mesenkimal( mesenchymal stem cell) berguna buat penderita yang masuk jenis berat.

Bagi ia, pengobatan dengan sel punca dapat memenuhi pengobatan yang telah terdapat sepanjang ini buat perawatan penderita COVID- 19 ialah pengobatan plasma konvalesen. Dari uji klinis sesi awal, plasma konvalesen dinyatakan efisien buat pengidap COVID- 19 jenis ringan hingga lagi.

” Jadi buat yang berat barangkali stem cell, sebaliknya buat yang ringan ke lagi itu merupakan plasma konvalesen,” ucapnya.

Baca Juga : rekomendasi aqiqah jakarta barat sesuai sunnah

Bambang menuturkan studi serta pemanfaatan sel punca wajib terus diperkuat sehingga lama kelamaan tidak hanya telah dipastikan keamanannya, yang sangat berarti pula merupakan terjamin daya gunanya.

” Maksudnya dapat tingkatkan tingkatan kesembuhan serta sangat berarti merendahkan tingkatan kematian serta ini merupakan perihal berarti di dalam treatment( perawatan) gimana triknya kesembuhan bertambah dengan kurangi kematian secara signifikan,” tutur Bambang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *